Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Sukses Tanam Bawang Merah di 6 Hektar Lahan, Siap Penuhi Kebutuhan Pangan Lokal

Mukomuko – Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko telah berhasil menanam bawang merah jenis Bima Brebes di lahan seluas 6 hektar yang terbagi di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Air Manjunto dan Kecamatan Selagan Raya. Proses penanaman ini selesai dilakukan pada bulan Oktober 2024 lalu dan menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Mukomuko untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal, Kamis (14/11/24).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Pitriyani Ilyas, S.Pt, mengungkapkan bahwa budidaya bawang merah kini menjadi salah satu fokus utama di dinasnya. “Kami memilih bawang merah untuk dibudidayakan karena tekstur lahan di Mukomuko sangat mendukung. Selain itu, bawang merah juga menjadi salah satu penyebab tingginya inflasi daerah akibat ketergantungan pasokan dari luar,” ujar Fitri.

Lahan seluas 6 hektar ini terbagi dalam dua lokasi: 2 hektar di Kecamatan Air Manjunto dan 4 hektar di Kecamatan Selagan Raya. Dari total lahan tersebut, 5 hektar dibiayai oleh APBD Kabupaten Mukomuko, sementara 1 hektar lagi dengan pola penanaman organik di Kecamatan Selagan Raya dibiayai oleh Bank Indonesia (BI) sebagai bagian dari dukungan untuk penanggulangan inflasi di daerah tersebut.

“Budidaya ini dibiayai oleh APBD kita, sementara Bank Indonesia mendukung dengan demplot 1 hektar yang menerapkan perlakuan organik untuk melihat perbandingan hasil nantinya,” lanjutnya.

Bawang merah yang ditanam merupakan bibit unggul jenis Bima Brebes yang dikenal memiliki potensi panen maksimal hingga 18 ton per hektar dengan perlakuan intensif dan masa panen selama 70 hari. “Jika semua berjalan lancar tanpa kendala, seperti serangan hama atau cuaca buruk, kita prediksi dalam 70 hari ke depan bisa menghasilkan 108 ton bawang merah,” jelas Fitri.

Hasil panen pertama dari budidaya ini nantinya akan dibagikan kepada kelompok tani di Mukomuko sebagai bibit untuk pengembangan lebih lanjut. Dengan demikian, Kabupaten Mukomuko diharapkan dapat mengurangi ketergantungannya terhadap pasokan bawang merah dari luar daerah. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh kelompok tani penerima bantuan bibit, salah satunya adalah kesiapan lahan untuk penanaman.

“Kami berharap budidaya bawang merah ini bisa terus berkembang dan menghasilkan bibit yang akan dibagikan kepada kelompok tani lain. Dengan demikian, kedepannya Mukomuko bisa terlepas dari ketergantungan pada pasokan bawang dari daerah lain,” pungkasnya, (Wr/Adv).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *