DLH Mukomuko Gandeng Lapindo Banten Percepat Aktivasi Laboratorium

Mukomuko- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mukomuko, terus melakukan berbagai upaya untuk mengaktifkan laboratorium Dinas Lingkungan Hidup di Kabupaten Mukomuko untuk mendukung pengujian sampel secara lebih efektif.

Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengadilan Pencemaran DLH Kabupaten Mukomuko, Ali Muhibin, menyatakan bahwa salah satu langkah penting yang telah dilakukan adalah kalibrasi terhadap alat-alat yang ada di laboratorium DLH Mukomuko, hingga sekarang berjumlah 60 alat yang sudah berhasil terkalibrasi dan memiliki sertifikat, yang dilakukan dengan bantuan UPTD Laboratorium Sumatera Barat (Sumbar) Padang, 11/11/2024.

“Pada saat ini kami telah mengirimkan 31 alat untuk perbaikan dan kalibrasi di Laboratorium Lapindo Banten, langkah ini diambil untuk memastikan alat-alat yang digunakan dalam pengujian sampel dapat berfungsi dengan akurat dan sesuai standar,”Ujarnya,

Direncanakan pengaktifan laboratorium Mukomuko telah memasuki tahap penjajakan pembentukan UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah), namun proses pengusulan pembentukan UPTD memerlukan beberapa syarat yang belum dapat dipenuhi.

“Sebagai alternatif kami mengajak pihak Laboratorium Lapindo Banten untuk bekerja sama, yang pada bulan Agustus 2024 tim dari Lapindo telah mengunjungi laboratorium Mukomuko serta memberikan pelatihan teknis tentang pengambilan sampel di lapangan dan membantu meningkatkan kemampuan analis laboratorium Mukomuko dalam melakukan analisis parameter lingkungan,”Jelas Ali Muhibin,

Lebih lanjut Ali Muhibin mengatakan, setelah bekerja sama dengan Lapindo Banten diharapkan dapat mempercepat proses pengaktifan laboratorium DLH Mukomuko dan dengan adanya laboratorium yang berfungsi secara optimal agar dapat menarik perusahaan-perusahaan untuk melakukan uji sampel di laboratorium lokal yang sebelumnya harus mengirimkan sampel ke luar daerah.

“Setelah aktif laboratorium ini nantinya sektor industri di Kabupaten Mukomuko bisa memanfaatkan fasilitas yang ada sehingga tidak perlu mengirimkan sampel ke luar daerah, diharapkan kolaborasi ini bisa mempercepat pengembangan laboratorium sekaligus mendukung pelaksanaan kebijakan lingkungan yang lebih baik di daerah Kabupaten Mukomuko,”Tutup Ali Muhibin. (rz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *